Reality of Covid-19 Pandemic
#2020
Dikelilingi
oleh kesepian, disemangati oleh kesendirian, dipeluk oleh luka, dikuatkan oleh
patah, dan tertawa untuk berpura-pura. Kemarin iya kemarin HAHHAHAHHA bukan
sekarang, tenang. Entah rasanya sangit sakit, terjatuh terlalu dalam, dikuatkan
oleh mati rasa, kedinginan menyelimutiku, memotong rambutku secara acak,
menyiramnya secara ganas, menari diam dibawah derasnya hujan, ditegur oleh
petir maha dahsyat, tak dipedulikan oleh siapapun, kegelapan tempatku, dan
sedikit cahaya aku berjalan walau terseret-seret.
p.s. For everyone who read it, I'm very sorry but that's what I felt in 2020. I hope your world fulfilled with happiness.

Komentar
Posting Komentar